Tips kembali kuliah disaat usia tidak lagi muda

Tips kembali kuliah disaat usia tidak lagi muda

491
0
SHARE

kerja-atau-kuliahMenimba ilmu memang tidak mengenal batas usia. Meski umur sudah tidak muda, mengejar pendidikan tetap penting dilakukan. Baik untuk meningkatkan status kepegawaian atau menggali lebih banyak pengetahuan, tak perlu ragu kembai ke bangku kuliah. Namun untuk sebagian orang, langkah ini memang tidak mudah. Mereka harus memikirkan cara demi menyeimbangkan keluarga dan pekerjaan agar tidak terlantar. Lalu bagaimana caranya agar para pekerja di atas usia 40 tahun bisa sukses meraih gelar yang lebih tinggi? Intip tujuh tipsnya berikut ini:

1. Apa Alasannya
Ketika berusia 46 tahun seorang perawat bernama Colleen Cunningham memutuskan untuk kembali kuliah. Padahal ia sudah dua dekade bekerja di bidang kesehatan dan memiliki reputasi yang baik. Kepada BBC ia mengatakan jika hal itu dilakukan demi memperluas ilmu dan kemampuan. Saat ini, di usianya yang ke 59, Colleen pun mengaku senang dengan keputusannya itu karena benar-benar bermanfaat.

Menurutnya para mahasiswa ‘senior’ harus mengetahui apa alasan mereka kembali kuliah. Apakah karena promosi jabatan, kenaikan gaji, atau kepuasan pribadi? Lalu sesuaikan tujuan Anda dengan studi atau universitas yang akan diambil. Pahami persyaratan kampus dan pengalaman kerja yang dibutuhkan sebelum mendaftar.

2. Hitung Dananya
Jika Anda tidak atau belum memiliki dana khusus untuk kuliah, sebaiknya segera persiapan. Sebelumnya hitung dahulu dulu kira-kira biaya yang dibutuhkan. Selain biaya masuk dan iuran semester, jangan lupa untuk memasukkan dana lainnya seperti uang buku, transportasi, atau mungkin sewa kamar. Bila sepertinya tabungan belum mencukup, sisihkan penghasilan Anda mulai dari sekarang!

3. Cari Alternatif
Dana dan kesempatan untuk kuliah sepertinya tidak memungkinkan? Jangan dulu berputus asa. Cobalah temukan alternatifnya. Cari saja institut atau lembaga pendidikan lain yang menawarkan biaya lebih murah, dekat, dan singkat. Bisa juga dengan meminta perusahaan untuk memberi kesempatan magang atau kerja paruh waktu di kantor lain. Pengalaman-pengalaman seperti itu juga bisa menjadikan Anda lebih berkualitas dari pekerja lainnya dari pada hanya mengandalkan gelar.

4. Diskusi dengan Keluarga
Bila Anda sudah berkeluarga, ada baiknya untuk mendiskusikan masalah ini dengan suami atau istri serta anak. Terutama jika Anda merupakan ibu yang aktuf mengurus buah hati dan rumah tangga. Pastikan dan yakinkan bila Anda bisa menyeimbangkan semuanya. Siapkan jadwal yang bijaksana agar Anda tetap bisa berkumpul bersama mereka. Pikirkan pula cara untuk lebih menghemat pengeluaran agar dana cukup untuk kuliah.

5. Seimbangkan dengan Karier
Sebagian pekerja merasa ragu ketika ingin kembali sekolah karena takut mengganggu karier. Colleen pun menyarankan agar Anda tidak belajar ketika bekerja karena akan mempengaruhi performa karier. “Dan jangan berharap bisa belajar sesaat sebelum ulangan seperti saat kuliah dulu. Sekarang Anda punya waktu yang lebih sedikit karena Anda bekerja. Jadi atur waktunya,” ujar Colleen.

6. Jaga Kesehatan
Memiliki dua peran sekaligus yakni sebagai karyawan dan mahasiswa tidaklah mudah. Colleen mengatakan jika Anda perlu istirahat yang cukup dan olahraga. Meski terdengar klise, dua hal tersebut sulit dilakukan pekerja yang sedang kuliah. “Otakmu tidak bisa berfungsi jika Anda tidak tidur olahraga, makan sehat, dan banyak minum. Mengabaikan hal-hal ini hanya akan membuat Anda gagal,” sarannya.

7. Bicarakan dengan Bos
Sebelum mengambil keputusan coba bicarakan hal ini dengan atasan Anda. Mintalah saran bagaiamana cara terbaiknya. Sebagian perusahaan menyediakan fasilitas untuk melanjutkan pendidikan kepada para karyawan. Tentu mereka yang bekerja di perusahaan itu tidak akan memiliki banyak masalah dengan pilihan untuk kembali kuliah. Perusahaan tersebut bahkan akan membantu mendaftarkan dan mendanai sekolah Anda. Namun Anda harus hati-hati karena biasanya perusahaan akan meminta Anda untuk bertahan lebih lama atau meminta ganti sebagian dana kuliah ketika resign.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY